Sunan an-Nasai Hadits 4794 - Pengakuan Pencuri Tanpa Bukti
Kisah Pencuri yang Mengaku Sendiri dan Terbukanya Pintu Taubat
Sunan an-Nasai : 4794
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4794
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَبِي الْمُنْذِرِ مَوْلَى أَبِي ذَرٍّ عَنْ أَبِي أُمَيَّةَ الْمَخْزُومِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِلِصٍّ اعْتَرَفَ اعْتِرَافًا وَلَمْ يُوجَدْ مَعَهُ مَتَاعٌ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا إِخَالُكَ سَرَقْتَ قَالَ بَلَى قَالَ اذْهَبُوا بِهِ فَاقْطَعُوهُ ثُمَّ جِيئُوا بِهِ فَقَطَعُوهُ ثُمَّ جَاءُوا بِهِ فَقَالَ لَهُ قُلْ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فَقَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ قَالَ اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ
Abu Umayyah Al Makhzumi Diriwayatkan dari:
Dihadapkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam seorang pencuri yang memberikan sebuah pengakuan, padahal tidak didapatkan barang bersamanya. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya: "Saya kira engkau tidak mencuri." Kemudian orang tersebut mengatakan: "Benar (saya mencuri). Beliau bersabda: "Bawalah orang ini dan potonglah tangannya."Kemudian mereka memotongnya lalu dihadapkan kembali kepada beliau. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya: "Katakanlah, saya meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepadaNya." Maka orang tersebut mengatakan: "Saya meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepadaNya." Beliau bersabda: "Ya Allah, terimalah taubatnya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Hakim boleh memancing pelaku untuk mempertimbangkan ulang pengakuannya jika tidak ada bukti barang.
- Pengakuan yang teguh dari pelaku sudah cukup untuk menjalankan hukuman tanpa perlu mencari bukti lain.
- Hukuman pidana dalam Islam berfungsi menghapus dosa di akhirat jika diiringi dengan taubat nasuha.
- Sangat dianjurkan mendoakan kebaikan bagi orang yang sudah menjalani hukuman hukum had.
