Sunan an-Nasai Hadits 4793 - Membebaskan Tahanan Tidak Bersalah
Keadilan Rasulullah: Membebaskan Tahanan Jika Tidak Terbukti Bersalah
Sunan an-Nasai : 4793
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4793
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ سَعِيدِ بْنِ مَسْرُوقٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَبَسَ رَجُلًا فِي تُهْمَةٍ ثُمَّ خَلَّى سَبِيلَهُ
Telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Sa'id bin Masruq] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Al Mubarak] dari [Ma'mar] dari [Bahz bin Hakim] dari [ayahnya] dari [kakeknya] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memenjarakan seseorang karena sebuah tuduhan kemudian melepaskannya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Penahanan sementara sah dilakukan oleh penguasa untuk memperjelas status suatu tuduhan.
- Tahanan wajib segera dibebaskan jika bukti kesalahannya tidak cukup kuat.
- Sistem hukum Islam sangat menjaga hak kebebasan orang yang tidak terbukti bersalah.
