Sunan an-Nasai Hadits 4805 - Menipu Lewat Nama Tetangga
Modus Penipuan Keji: Meminjam Barang Atas Nama Tetangga
Sunan an-Nasai : 4805
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4805
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَتْ امْرَأَةٌ مَخْزُومِيَّةٌ تَسْتَعِيرُ مَتَاعًا عَلَى أَلْسِنَةِ جَارَاتِهَا وَتَجْحَدُهُ فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَطْعِ يَدِهَا
Ishaq bin Ibrahim Diriwayatkan dari:
Telah mengkhabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim], dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Abdur Razzaq], dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Ayyub] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar radliallahu 'anhuma], dia berkata: "Ada seorang wanita Makhzum yang meminjam barang melalui lisan beberapa wanita tetangganya, lalu dia mengingkarinya. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan agar tangannya dipotong."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Mencatut atau menggunakan nama orang lain untuk berhutang secara diam-diam adalah bentuk penipuan yang dilarang keras.
- Kepercayaan bertetangga sangat berharga dan tidak boleh dirusak dengan kebohongan demi keuntungan materi.
- Hukuman pidana berat disiapkan bagi siapa saja yang terbiasa menipu dan menggelapkan barang masyarakat.
