Sunan an-Nasai Hadits 4807 - Menumpuk Barang Pinjaman
Peringatan Berulang Sebelum Menghukum Pelaku Penggelapan Perhiasan
Sunan an-Nasai : 4807
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4807
أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْخَلِيلِ عَنْ شُعَيْبِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ أَنَّ امْرَأَةً كَانَتْ تَسْتَعِيرُ الْحُلِيَّ فِي زَمَانِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَعَارَتْ مِنْ ذَلِكَ حُلِيًّا فَجَمَعَتْهُ ثُمَّ أَمْسَكَتْهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِتَتُبْ هَذِهِ الْمَرْأَةُ وَتُؤَدِّي مَا عِنْدَهَا مِرَارًا فَلَمْ تَفْعَلْ فَأَمَرَ بِهَا فَقُطِعَتْ
Nafi' Diriwayatkan dari:
Ada seorang wanita yang meminjam perhiasan pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dia meminjam perhiasan lalu mengumpulkannya dan menahannya. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Hendaknya wanita itu bertaubat dan menunaikan apa yang ada padanya (mengembalikan pinjamannya)." Beliau mengatakan hal tersebut berulang kali, namun ia tidak melakukannya, maka beliau memerintahkan untuk memotong tangannya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Mengumpulkan kekayaan dengan cara meminjam lalu menolak mengembalikannya adalah kejahatan serius di mata agama.
- Pihak pengadilan sangat dianjurkan untuk memberikan teguran dan peringatan beberapa kali sebelum menjatuhkan hukuman berat.
- Orang yang meremehkan nasihat pemimpin dan tetap menolak mengembalikan hak orang berhak menerima hukuman fisik.
