Sunan an-Nasai Hadits 4874 - Pengecualian Potong Tangan pada Buah dan Mayang Kurma
Tidak Ada Potong Tangan untuk Pencuri Buah dan Mayang Kurma
Sunan an-Nasai : 4874
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4874
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَالِدِ بْنِ خَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا سَلَمَةُ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الْمَلِكِ الْعَوْصِيَّ عَنْ الْحَسَنِ وَهُوَ ابْنُ صَالِحٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلَا كَثَرٍ
Rafi' bin Khadij Diriwayatkan dari:
Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada pemotongan tangan pada buah dan mayang kurma."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Tindak pencurian buah yang masih menempel di pohon tidak langsung diganjar dengan hukuman potong tangan.
- Mayang kurma disamakan perlakuan hukumnya dengan hasil kebun lainnya yang belum dipanen.
- Hukuman potong tangan tidak berlaku jika barang belum disimpan dengan penjagaan penuh oleh pemiliknya.
