Sunan an-Nasai Hadits 4880 - Syarat Ketat Hukuman Potong Tangan
Syarat Ketat Berlaku Hukuman Potong Tangan dalam Islam
Sunan an-Nasai : 4880
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4880
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ هُوَ ابْنُ أَبِي رَجَاءٍ قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ عَمِّهِ وَاسِعٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلَا كَثَرٍ
Rafi' bin Khadij Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada pemotongan tangan pada buah dan mayang kurma."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Keraguan sekecil apapun, misalnya kurangnya kualitas penjagaan barang, bisa langsung menggugurkan terlaksananya hukuman potong tangan.
- Islam memberikan penghargaan besar terhadap keselamatan tubuh manusia dari hukuman yang berpotensi melampaui batas.
- Buah-buahan segar tidak termasuk dalam golongan harta benda yang dipayungi oleh perlindungan hukum hudud sebelum dikunci rapat.
