Sunan an-Nasai Hadits 5012 - Larangan Tato dan Menyambung Rambut
Hukum Menyambung Rambut dan Tato dalam Islam
Sunan an-Nasai : 5012
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5012
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبَانُ بْنُ صَمْعَةَ عَنْ أُمِّهِ قَالَتْ سَمِعْتُ عَائِشَةَ تَقُولُ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْوَاشِمَةِ وَالْمُسْتَوْشِمَةِ وَالْوَاصِلَةِ وَالْمُسْتَوْصِلَةِ وَالنَّامِصَةِ وَالْمُتَنَمِّصَةِ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang wanita yang mentato dan wanita yang minta ditato, wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta untuk disambung rambutnya, serta wanita yang mencukur bulu alis dan wanita yang minta untuk dicukur bulu alisnya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Nabi Muhammad melarang wanita bertato maupun meminta tubuhnya ditato.
- Praktik menyambung rambut sangat dilarang dalam Islam bagi pelakunya maupun pemintanya.
- Mencukur bulu alis untuk tujuan kecantikan juga dilarang karena merubah pemberian alami Allah.
- Islam menuntut kejujuran dalam penampilan dan melarang bentuk penipuan fisik.
