Sunan an-Nasai Hadits 502 - Shalat Ashar Saat Matahari Masih Tinggi
Menjaga Ketepatan Waktu Shalat Ashar di Awal Waktu
Sunan an-Nasai : 502
Sunan an-NasaiNomor Hadis 502
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ مَالِكٍ قَالَ حَدَّثَنِي الزُّهْرِيُّ وَإِسْحَقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي الْعَصْرَ ثُمَّ يَذْهَبُ الذَّاهِبُ إِلَى قُبَاءٍ فَقَالَ أَحَدُهُمَا فَيَأْتِيهِمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَقَالَ الْآخَرُ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ
Anas Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat Ashar, dan kemudian seseorang pergi ke Quba.' Salah seorang perawi berkata: "Lalu dia sampai ke Masjid Quba' dan ia dapati mereka (orang di masjid Quba) sedang mengerjakan shalat." Dan perawi lainnya berkata: "dan matahari masih meninggi."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasulullah sangat menjaga pelaksanaan shalat Ashar di awal waktu sehabis masuk jadwalnya.
- Posisi matahari yang masih tinggi adalah pertanda baik untuk mulai menyegerakan shalat Ashar.
- Bersegera menunaikan kewajiban shalat memberi banyak waktu untuk menuntaskan kegiatan lainnya.
