Sunan an-Nasai Hadits 503 - Shalat Ashar dan Terangnya Matahari
Keutamaan Mengerjakan Shalat Ashar Sejak Awal Waktu
Sunan an-Nasai : 503
Sunan an-NasaiNomor Hadis 503
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي الْعَصْرَ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ حَيَّةٌ وَيَذْهَبُ الذَّاهِبُ إِلَى الْعَوَالِي وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ
Anas bin Malik Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat Ashar dan matahari masih tinggi dan bersinar, lalu seseorang pergi ke Al 'Awali (sekitar Madinah) sedangkan matahari masih tinggi.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menyegerakan shalat Ashar merupakan sebuah kebiasaan yang sangat dicontohkan oleh Rasulullah.
- Indikator alam seperti sinar matahari yang masih memancarkan terang menandakan waktu shalat Ashar telah tiba.
- Kedisiplinan menunaikan shalat di waktu awal mencerminkan kualitas kepedulian yang baik terhadap urusan agama.
