Sunan an-Nasai Hadits 5102 - Posisi Mata Cincin Nabi
Adab Memakai Cincin: Menghadapkan Mata Cincin ke Dalam
Sunan an-Nasai : 5102
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5102
أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا طَلْحَةُ بْنُ يَحْيَى قَالَ أَخْبَرَنِي يُونُسُ بْنُ يَزِيدَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَاتَمُ فِضَّةٍ يَتَخَتَّمُ بِهِ فِي يَمِينِهِ فَصُّهُ حَبَشِيٌّ يَجْعَلُ فَصَّهُ مِمَّا يَلِي كَفَّهُ
Anas bin Malik Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memiliki cincin perak yang dipakai pada tangan sebelah kanan, dan mata cincinnya dari Habasyah. Beliau menjadikan mata cincinnya (menghadap) pada telapak bagian dalam.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Umat Islam sangat disunnahkan untuk memakai cincin di salah satu jari tangan sebelah kanan.
- Menghadapkan batu atau mata cincin ke arah dalam telapak tangan adalah salah satu bentuk adab rendah hati.
- Islam melarang umatnya memakai perhiasan dengan niat pamer atau mencari perhatian dari orang lain.
- Bahan perak dan batu Habasyah menjadi pilihan perhiasan yang sederhana ala Rasulullah.
