Sunan an-Nasai Hadits 5193 - Sejarah Cincin Perak Nabi
Cincin Perak Bertuliskan Muhammad Rasulullah
Sunan an-Nasai : 5193
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5193
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَخَتَّمُ بِخَاتَمٍ مِنْ ذَهَبٍ ثُمَّ طَرَحَهُ وَلَبِسَ خَاتَمًا مِنْ وَرِقٍ وَنُقِشَ عَلَيْهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ثُمَّ قَالَ لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ أَنْ يَنْقُشَ عَلَى نَقْشِ خَاتَمِي هَذَا وَجَعَلَ فَصَّهُ فِي بَطْنِ كَفِّهِ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memakai cincin emas kemudian membuangnya. Setelah itu beliau memakai cincin perak dan memberi ukiran 'Muhammad Rasulullah'. Beliau kemudian bersabda: 'Tidak sepantasnya seseorang membuat ukiran sebagaimana ukiranku.' Kemudian beliau menghadapkan mata cincinnya ke arah telapak tangan.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Nabi meninggalkan pemakaian cincin emas dan beralih menggunakan cincin perak.
- Ukiran 'Muhammad Rasulullah' dikhususkan hanya untuk cincin stempel milik Nabi.
- Dianjurkan memutar posisi mata cincin ke arah dalam telapak tangan saat memakainya.
