Sunan an-Nasai Hadits 5234 - Batas Pemakaian Kain Sarung Bagi Laki-Laki
Panduan Rasulullah Tentang Batas Panjang Pakaian Laki-Laki
Sunan an-Nasai : 5234
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5234
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَمُحَمَّدُ بْنُ قُدَامَةَ عَنْ جَرِيرٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ مُسْلِمِ بْنِ نُذَيْرٍ عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَوْضِعُ الْإِزَارِ إِلَى أَنْصَافِ السَّاقَيْنِ وَالْعَضَلَةِ فَإِنْ أَبَيْتَ فَأَسْفَلَ فَإِنْ أَبَيْتَ فَمِنْ وَرَاءِ السَّاقِ وَلَا حَقَّ لِلْكَعْبَيْنِ فِي الْإِزَارِ وَاللَّفْظُ لِمُحَمَّدٍ
Hudzaifah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Batas pemakaian kain sarung adalah sampai pertengahan kedua betis, jika kamu tidak suka maka boleh lebih rendah, jika kamu tidak suka maka boleh hingga tulang belakang betis, dan tidak ada hak bagi dua mata kaki dalam pemakaian kain (tidak punya hak untuk tertutup kain)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Batas paling utama untuk pakaian bawahan laki-laki adalah pertengahan betis.
- Jika dirasa terlalu tinggi, pakaian boleh diturunkan hingga tulang belakang betis.
- Kain sarung atau celana laki-laki dilarang memanjang hingga menutupi kedua mata kaki.
