Sunan an-Nasai Hadits 5237 - Allah Berpaling dari Pelaku Isbal
Sikap Allah Terhadap Orang yang Memanjangkan Sarungnya
Sunan an-Nasai : 5237
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5237
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُبَيْدِ بْنِ عَقِيلٍ قَالَ حَدَّثَنِي جَدِّي قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَشْعَثَ قَالَ سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَنْظُرُ إِلَى مُسْبِلِ الْإِزَارِ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah 'azza wajalla tidak melihat orang yang kain sarungnya isbal (di bawah mata kaki)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Allah sangat membenci perilaku orang yang memanjangkan ujung kain bajunya secara berlebihan (isbal).
- Tidak dilihat oleh Allah berarti dijauhkan dari keselamatan di akhirat.
- Kita dituntut untuk berpenampilan sederhana dan sesuai aturan, tanpa melebih-lebihkannya.
