Sunan an-Nasai Hadits 5320 - Keutamaan Memaafkan dalam Qisas

Keutamaan Memaafkan Pembunuh dalam Hukum Qisas

Sunan an-NasaiNomor Hadis 5320

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عَوْفٍ قَالَ حَدَّثَنِي حَمْزَةُ أَبُو عُمَرَ الْعَائِذِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا عَلْقَمَةُ بْنُ وَائِلٍ عَنْ وَائِلٍ قَالَ شَهِدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ جَاءَ بِالْقَاتِلِ يَقُودُهُ وَلِيُّ الْمَقْتُولِ فِي نِسْعَةٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِوَلِيِّ الْمَقْتُولِ أَتَعْفُو قَالَ لَا قَالَ فَتَأْخُذُ الدِّيَةَ قَالَ لَا قَالَ فَتَقْتُلُهُ قَالَ نَعَمْ قَالَ اذْهَبْ بِهِ فَلَمَّا ذَهَبَ فَوَلَّى مِنْ عِنْدِهِ دَعَاهُ فَقَالَ أَتَعْفُو قَالَ لَا قَالَ فَتَأْخُذُ الدِّيَةَ قَالَ لَا قَالَ فَتَقْتُلُهُ قَالَ نَعَمْ قَالَ اذْهَبْ بِهِ فَلَمَّا ذَهَبَ فَوَلَّى مِنْ عِنْدِهِ دَعَاهُ فَقَالَ أَتَعْفُو قَالَ لَا قَالَ فَتَأْخُذُ الدِّيَةَ قَالَ لَا قَالَ فَتَقْتُلُهُ قَالَ نَعَمْ قَالَ اذْهَبْ بِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ أَمَا إِنَّكَ إِنْ عَفَوْتَ عَنْهُ يَبُوءُ بِإِثْمِهِ وَإِثْمِ صَاحِبِكَ فَعَفَا عَنْهُ وَتَرَكَهُ فَأَنَا رَأَيْتُهُ يَجُرُّ نِسْعَتَهُ

Wa`il Diriwayatkan dari:

Aku menyaksikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendatangi seorang pembunuh yang dituntun oleh keluarga terbunuh dalam keadaan terikat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada wali korban itu: Apakah kamu akan memaafkannya?" ia menjawab: "Tidak." Beliau bertanya lagi: "Apakah engkau akan minta tebusan?" ia menjawab, "Tidak." Beliau bertanya: "Apakah engkau akan membunuhnya?" ia menjawab: "Ya." Beliau bersabda: "Pergi dan bawalah dia." Ketika wali korban itu telah pergi dari sisinya, beliau memanggilnya kembali. Beliau lalu bertanya: "Apakah kamu akan memaafkannya?" ia menjawab, "Tidak." Beliau bertanya lagi: "Apakah engkau akan minta tebusan?" ia menjawab, "Tidak." Beliau bertanya: "Apakah engkau akan membunuhnya?" ia menjawab, "Ya." Beliau bersabda: "Pergi dan bawalah dia." Ketika wali korban itu telah pergi dari sisinya, beliau memanggilnya kembali. Beliau lalu bertanya: "Apakah kamu akan memaafkannya?" ia menjawab, "Tidak." Beliau bertanya lagi: "Apakah engkau akan minta tebusan?" ia menjawab, "Tidak." Beliau bertanya: "Apakah engkau akan membunuhnya?" ia menjawab, "Ya." Beliau bersabda: "Pergi dan bawalah dia." Maka di saat itulah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sekiranya engkau memaafkannya, maka ia akan pergi dengan membawa dosanya dan dosa sahabatmu." Orang itu akhirnya memaafkan si pembunuh dan membiarkannya. Dan sungguh, aku melihatnya melepas tali yang mengikatnya."

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Dalam kasus pembunuhan, syariat memberikan hak tiga jalan kepada keluarga korban: eksekusi qisas, mengambil uang diyat, atau pemberian maaf.
  • Memilih untuk memaafkan merupakan jalan penyelesaian perkara yang paling mulia dan dapat menjadi sarana pelipatgandaan pahala.
  • Tugas seorang pemimpin atau hakim adalah mengutamakan pintu perdamaian secara maksimal sebelum memvonis hukuman yang berat.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami