Sunan an-Nasai Hadits 5593 - Larangan Perasan Nabidz Memabukkan
Larangan Keras Menghalalkan Perasan Nabidz yang Memabukkan
Sunan an-Nasai : 5593
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5593
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا أَبُو عَامِرٍ وَالنَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ وَوَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْحَكَمِ يُحَدِّثُ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُحَرِّمَ إِنْ كَانَ مُحَرِّمًا مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ فَلْيُحَرِّمْ النَّبِيذَ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Barangsiapa suka mengharamkan sesuatu yang telah Allah haramkan, maka hendaklah ia haramkan perasan nabidz.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kita dilarang keras untuk mencoba menghalalkan atau meremehkan sesuatu yang jelas memiliki sifat memabukkan.
- Minuman perasan buah (nabidz) bisa berubah menjadi haram secara mutlak apabila sudah berfermentasi.
- Syariat Islam mengajarkan kita untuk tidak mempermainkan ketetapan hukum halal dan haram demi selera pribadi.
