Sunan an-Nasai Hadits 5611 - Hukum Nabidz yang Menjadi Cuka

Penjelasan Hadits Tentang Perasan Nabidz Umar yang Berubah Menjadi Cuka

Sunan an-NasaiNomor Hadis 5611

أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُحَادَةَ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنْ عُتْبَةَ بْنِ فَرْقَدٍ قَالَ كَانَ النَّبِيذُ الَّذِي يَشْرَبُهُ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ قَدْ خُلِّلَ وَمِمَّا يَدُلُّ عَلَى صِحَّةِ هَذَا حَدِيثُ السَّائِبِ

Uqbah bin Farqad Diriwayatkan dari:

Perasan nabidz yang biasa diminum oleh [Umar Ibnul Khaththab] telah berubah menjadi cuka. Yang menguatkan riwayat ini adalah hadits As Saib.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Minuman nabidz (rendaman buah) pada dasarnya boleh diminum selama belum mengalami proses fermentasi yang memabukkan.
  • Perubahan alami dari minuman nabidz menjadi cuka menjadikan minuman tersebut tetap suci dan halal untuk dikonsumsi.
  • Sosok Umar bin Khattab memberikan teladan dalam berhati-hati memilih minuman agar terhindar dari perkara haram.
  • Riwayat yang dapat dipercaya saling menguatkan satu sama lain dalam menetapkan sebuah hukum kebiasaan.

Hadits-hadits terkait

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami