Sunan an-Nasai Hadits 5631 - Minuman Perasan yang Diharamkan

Hukum Minuman Perasan yang Memabukkan

Sunan an-NasaiNomor Hadis 5631

أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ طُفَيْلٍ الْجَزَرِيِّ قَالَ كَتَبَ إِلَيْنَا عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ أَنْ لَا تَشْرَبُوا مِنْ الطِّلَاءِ حَتَّى يَذْهَبَ ثُلُثَاهُ وَيَبْقَى ثُلُثُهُ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

Umar bin Abdul Aziz Diriwayatkan dari:

Janganlah kalian minum perasan yang dimasak hingga hilang dua pertiga dan tersisa sepertiganya. Dan setiap yang memabukkan adalah haram'.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Larangan keras meminum sari perasan buah yang dipanaskan hingga menjadi pekat dan memabukkan.
  • Prinsip utama dalam Islam menegaskan bahwa setiap minuman yang memabukkan berstatus haram mutlak.
  • Perlunya bersikap waspada terhadap cara pengolahan minuman agar tidak berubah wujud menjadi barang haram.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami