Sunan an-Nasai Hadits 566 - Matahari Terbit di Antara Dua Tanduk Setan
Jangan Sengaja Menunggu Shalat Saat Matahari Terbit dan Terbenam
Sunan an-Nasai : 566
Sunan an-NasaiNomor Hadis 566
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ الْمُخَرِّمِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ عَنْبَسَةَ قَالَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ عَنْ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَوْهَمَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنَّمَا نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَتَحَرَّوْا بِصَلَاتِكُمْ طُلُوعَ الشَّمْسِ وَلَا غُرُوبَهَا فَإِنَّهَا تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Umar Radliyallahu'anhu menyangka bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dengan sabdanya: 'Janganlah kalian berkehendak dan shalat saat terbit dan terbenamnya matahari. Sesungguhnya matahari terbit di antara dua tanduk setan.'
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Umat Islam dilarang sengaja mengatur dan mencari waktu ibadah shalat tepat saat matahari terbit maupun terbenam.
- Diberitahukan bahwa matahari terbit dan terbenam posisinya berada di antara dua tanduk setan.
- Islam mengajarkan umatnya untuk menyelisihi kebiasaan dan waktu peribadatan orang-orang kafir yang menyekutukan Allah.
