Sunan an-Nasai Hadits 592 - Rombongan Malam dari Makkah
Pelajaran Menunda Shalat Saat Menembus Gelap Malam
Sunan an-Nasai : 592
Sunan an-NasaiNomor Hadis 592
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا الْعَطَّافُ عَنْ نَافِعٍ قَالَ أَقْبَلْنَا مَعَ ابْنِ عُمَرَ مِنْ مَكَّةَ فَلَمَّا كَانَ تِلْكَ اللَّيْلَةُ سَارَ بِنَا حَتَّى أَمْسَيْنَا فَظَنَنَّا أَنَّهُ نَسِيَ الصَّلَاةَ فَقُلْنَا لَهُ الصَّلَاةَ فَسَكَتَ وَسَارَ حَتَّى كَادَ الشَّفَقُ أَنْ يَغِيبَ ثُمَّ نَزَلَ فَصَلَّى وَغَابَ الشَّفَقُ فَصَلَّى الْعِشَاءَ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَقَالَ هَكَذَا كُنَّا نَصْنَعُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا جَدَّ بِهِ السَّيْرُ
Nafi' Diriwayatkan dari:
Kami datang dari Makkah bersama [Ibnu Umar], malam itu kami berjalan hingga masuk waktu sore hari dan kami menyangka bahwa dia telah lupa shalat, maka kami berkata: 'Shalat dulu.' Namun dia diam saja dan terus berjalan hingga mega merah hampir lenyap. Kemudian kami singgah lalu shalat, dan hilanglah mega merah tersebut. Kemudian shalat 'Isya dan setelah selesai ia menghadap kepada kami sambil berkata: 'Beginilah kami dahulu berbuat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bila sedang tergesa-gesa dalam perjalanan.'
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Tidak perlu tergesa menegur pimpinan rombongan terkait ibadah jika beliau memahami aturan perjalanan yang sah.
- Keringanan menunda pelaksanaan shalat harus didasarkan pada pengetahuan atas ajaran Rasulullah.
- Menggabungkan ibadah pada malam hari sangat bermanfaat bagi musafir yang mengejar cepatnya laju tiba di tujuan.
