Sunan an-Nasai Hadits 624 - Tata Cara Pengucapan Adzan dan Iqamah

Penjelasan Lengkap Lafadz Adzan dan Iqamah

Sunan an-NasaiNomor Hadis 624

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو جَعْفَرٍ عَنْ أَبِي الْمُثَنَّى عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ الْأَذَانُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثْنَى مَثْنَى وَالْإِقَامَةُ مَرَّةً مَرَّةً إِلَّا أَنَّكَ تَقُولُ قَدْ قَامَتْ الصَّلَاةُ قَدْ قَامَتْ الصَّلَاةُ

Ibnu Umar Diriwayatkan dari:

Dahulu adzan pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dua kali-dua kali, sedangkan iqamah sekali-sekali, kecuali ucapan: 'Qadqaamatish-shalah, qad qaamatish-shalah.'

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Bacaan adzan disyariatkan untuk dibaca berulang dua kali pada setiap lafadznya untuk menegaskan panggilan ibadah.
  • Bacaan iqamah dibaca cukup satu kali pada sebagian besar lafadznya karena jamaah sudah bersiap melaksanakan shalat.
  • Kalimat 'qad qaamatish-shalah' dalam iqamah dikecualikan dan tetap dibaca dua kali sebagai tanda utama dimulainya shalat.

Hadits-hadits terkait

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami