Sunan an-Nasai Hadits 625 - Tuntunan Membaca Tarji' dalam Adzan
Cara Rasulullah Mengajarkan Adzan kepada Abu Mahdzurah
Sunan an-Nasai : 625
Sunan an-NasaiNomor Hadis 625
أَخْبَرَنَا بِشْرُ بْنُ مُعَاذٍ قَالَ حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ وَهُوَ ابْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي مَحْذُورَةَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَبْدُ الْعَزِيزِ وَجَدِّي عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ أَبِي مَحْذُورَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْعَدَهُ فَأَلْقَى عَلَيْهِ الْأَذَانَ حَرْفًا حَرْفًا قَالَ إِبْرَاهِيمُ هُوَ مِثْلُ أَذَانِنَا هَذَا قُلْتُ لَهُ أَعِدْ عَلَيَّ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مَرَّتَيْنِ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ قَالَ بِصَوْتٍ دُونَ ذَلِكَ الصَّوْتِ يُسْمِعُ مَنْ حَوْلَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مَرَّتَيْنِ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ مَرَّتَيْنِ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ مَرَّتَيْنِ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ مَرَّتَيْنِ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Abu Mahdzurah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendudukkannya kemudian menyampaikan Adzan kepadanya kalimat demi kalimat. Ibrahim berkata: "Ini seperti adzan kita." Kemudian aku berkata: "Ulangi kepadaku!"Beliau bersabda: "Allahu Akbar Allahu Akbar (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar), Asyhadu An Laa Ilaaha Illallah -dua kali- (Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), Asyhadu Anna Muhammadar Rasuulullah -dua kali-, (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah). kemudian beliau mengucapkan suara yang tidak seperti tadi, yang bisa di dengar oleh orang-orang di sekitarnya: "Asyhadu An laa Ilaaha Illallah -dua kali-, Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah -dua kali-, Hayya 'Alash Shalaah -dua kali-, Hayya 'Alal Falaah -dua kali-, Allahu Akbar Allahu Akbar, Laa Ilaaha Illallah."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasulullah mencontohkan pendekatan personal dalam mendidik sahabatnya dengan mengajarkan adzan secara langsung kata per kata.
- Diperbolehkan untuk melirihkan ucapan syahadat sebelum mengeraskannya saat adzan, sebuah sunnah yang dikenal sebagai Tarji'.
- Islam memberikan ruang untuk keragaman bacaan dalam mengumandangkan adzan asalkan bersumber langsung dari petunjuk kenabian.
