Sunan an-Nasai Hadits 641 - Keutamaan Besar Bagi Seorang Muadzin
Ampunan Dosa dan Saksi Kebaikan Bagi Seorang Muadzin
Sunan an-Nasai : 641
Sunan an-NasaiNomor Hadis 641
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَا حَدَّثَنَا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ زُرَيْعٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ أَبِي يَحْيَى عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ سَمِعَهُ مِنْ فَمِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ بِمَدِّ صَوْتِهِ وَيَشْهَدُ لَهُ كُلُّ رَطْبٍ وَيَابِسٍ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Muadzin akan diampuni dosanya sepanjang suara adzannya dan semua yang basah maupun yang kering akan menjadi saksi baginya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menjadi muadzin memiliki keutamaan besar berupa ampunan dosa dari Allah sejauh jangkauan suaranya.
- Benda-benda di sekitar, baik yang basah maupun kering, akan menjadi saksi kebaikan bagi muadzin di akhirat.
- Seruan adzan bukan sekadar panggilan shalat biasa, tapi juga jalan utama untuk mendulang pahala besar.
