Sunan an-Nasai Hadits 645 - Akhir Bacaan Adzan Sahabat Bilal
Ketepatan Lafadz Penutup Adzan Bilal Bin Rabah
Sunan an-Nasai : 645
Sunan an-NasaiNomor Hadis 645
أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ قَالَ كَانَ آخِرُ أَذَانِ بِلَالٍ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ مِثْلَ ذَلِكَ
Al Aswad Diriwayatkan dari:
Lafazh adzan yang terakhir adalah: ALLAAHU AKBAR, ALLAAHU AKBAR (Allah Maha Besar. Allah Maha Besar), LAA ILAAHA ILLALLAAH (Tidak ada tuhan (yang berhak disembah kecuali Allah). Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid] dia berkata: telah memberitakan kepada kami ['Abdullah] dari [Sufyan] dari [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari [Al Aswad] yang semisal itu.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kalimat tauhid Laa ilaaha illallaah menjadi penutup mutlak dalam setiap seruan azan.
- Menunjukkan ketetapan lafadz azan yang biasa dikumandangkan oleh muadzin Nabi, Bilal bin Rabah.
- Shalat dan panggilan azan selalu bermuara pada pengakuan kesucian dan keesaan Allah.
