Sunan an-Nasai Hadits 656 - Mengqadha Empat Waktu Shalat Sekaligus
Disiplin Mengganti Empat Shalat Wajib Akibat Halangan Perang
Sunan an-Nasai : 656
Sunan an-NasaiNomor Hadis 656
أَخْبَرَنَا هَنَّادٌ عَنْ هُشَيْمٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ إِنَّ الْمُشْرِكِينَ شَغَلُوا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَرْبَعِ صَلَوَاتٍ يَوْمَ الْخَنْدَقِ فَأَمَرَ بِلَالًا فَأَذَّنَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الظُّهْرَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الْعَصْرَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الْعِشَاءَ
Abdullah Diriwayatkan dari:
Orang-orang musyrik telah menyibukkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari empat waktu shalat saat perang Khandaq. Beliau menyuruh Bilal adzan dan melakukan iqamah, lantas beliau shalat Dhuhur. Kemudian melaksanakan iqamah lagi dan beliau segera shalat 'Ashar. Kemudian iqamah lagi, lalu beliau shalat Maghrib, dan terakhir ia melakukan iqamah lagi kemudian shalat 'Isya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ibadah shalat wajib sama sekali tidak boleh ditinggalkan secara mutlak, dan wajib diganti bila terlewat karena uzur.
- Cara mengqadha banyak shalat wajib sekaligus adalah dengan satu azan pembuka dan iqamah untuk masing-masing shalat.
- Kondisi ketakutan atau peperangan tidak serta merta melepaskan status seorang hamba dari kewajiban shalat lima waktu.
