Sunan an-Nasai Hadits 657 - Pujian Bagi Pasukan yang Menjaga Shalat
Kedudukan Tinggi Umat yang Istiqamah Mengganti Shalat
Sunan an-Nasai : 657
Sunan an-NasaiNomor Hadis 657
أَخْبَرَنَا الْقَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّا بْنِ دِينَارٍ قَالَ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ زَائِدَةَ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ أَنَّ أَبَا الزُّبَيْرِ الْمَكِّيَّ حَدَّثَهُمْ عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرٍ أَنَّ أَبَا عُبَيْدَةَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ حَدَّثَهُمْ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ قَالَ كُنَّا فِي غَزْوَةٍ فَحَبَسَنَا الْمُشْرِكُونَ عَنْ صَلَاةِ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ فَلَمَّا انْصَرَفَ الْمُشْرِكُونَ أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنَادِيًا فَأَقَامَ لِصَلَاةِ الظُّهْرِ فَصَلَّيْنَا وَأَقَامَ لِصَلَاةِ الْعَصْرِ فَصَلَّيْنَا وَأَقَامَ لِصَلَاةِ الْمَغْرِبِ فَصَلَّيْنَا وَأَقَامَ لِصَلَاةِ الْعِشَاءِ فَصَلَّيْنَا ثُمَّ طَافَ عَلَيْنَا فَقَالَ مَا عَلَى الْأَرْضِ عِصَابَةٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ غَيْرُكُمْ
Abdullah bin Mas'ud Diriwayatkan dari:
Kami dalam suatu peperangan, sehingga orang-orang Musyrik menghalangi kami dari melaksanakan Shalat zhuhur, 'Ashar, Maghrib, dan 'Isya. Tatkala orang-orang Musyrik telah pergi, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh Mu'adzin untuk adzan dan melakukan iqamah untuk shalat Zhuhur, lalu kami shalat. Kemudian melaksanakan iqamah lagi untuk shalat 'Ashar, lalu kami shalat Ashar. Kemudian iqamah lagi untuk shalat Maghrib, lalu kami shalat Maghrib dan terakhir dia melakukan iqamah lagi untuk shalat 'Isya, dan kamipun shalat 'Isya.Kemudian beliau berkeliling diantara kami dan bersabda: 'Di muka bumi ini tidak ada sekelompok manusia yang mengingat Allah Azza wa Jalla selain kalian.'
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Pemimpin yang baik dan penyayang selalu memberikan motivasi penguat hati kepada pengikutnya seusai melewati cobaan.
- Keteguhan untuk bersabar menunaikan kewajiban shalat di tengah puncak kesulitan memiliki nilai sangat istimewa di sisi Allah.
- Amalan mengganti atau mengqadha shalat yang tertinggal dikategorikan sebagai bentuk dzikir sejati kepada Allah Azza wa Jalla.
