Sunan an-Nasai Hadits 662 - Tata Cara Adzan dan Iqamah
Tata Cara Adzan dan Iqamah Sesuai Tuntunan Sunnah
Sunan an-Nasai : 662
Sunan an-NasaiNomor Hadis 662
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ تَمِيمٍ قَالَ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ عَنْ شُعْبَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا جَعْفَرٍ مُؤَذِّنَ مَسْجِدِ الْعُرْيَانِ عَنْ أَبِي الْمُثَنَّى مُؤَذِّنِ مَسْجِدِ الْجَامِعِ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عُمَرَ عَنْ الْأَذَانِ فَقَالَ كَانَ الْأَذَانُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثْنَى مَثْنَى وَالْإِقَامَةُ مَرَّةً مَرَّةً إِلَّا أَنَّكَ إِذَا قُلْتَ قَدْ قَامَتْ الصَّلَاةُ قَالَهَا مَرَّتَيْنِ فَإِذَا سَمِعْنَا قَدْ قَامَتْ الصَّلَاةُ تَوَضَّأْنَا ثُمَّ خَرَجْنَا إِلَى الصَّلَاةِ
Abu Al Mutsanna Diriwayatkan dari:
Aku pernah bertanya kepada [Ibnu 'Umar] tentang adzan, lalu beliau menjawab: 'Adzan pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah dua kali-dua kali dan iqamah sekali-sekali, kecuali ketika mengucapkan: "Qad qaamatish shalah" diucapkannya dua kali. Ketika kami mendengar 'Qad qaamatish-shalah" kami telah berwudhu, kemudian keluar untuk shalat.'"
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Lafal adzan dikumandangkan secara genap atau diulang sebanyak dua kali pada tiap kalimatnya.
- Lafal iqamah dikumandangkan secara ganjil (satu kali), kecuali kalimat 'Qad qaamatish-shalah' yang tetap diucapkan dua kali.
- Dianjurkan bagi umat Islam untuk segera berwudhu dan bersiap menuju tempat ibadah saat mendengar iqamah.
