Sunan an-Nasai Hadits 702 - Kisah Nabi Membatalkan Niat Iktikaf
Kisah Batalnya Iktikaf Nabi karena Persaingan Istri
Sunan an-Nasai : 702
Sunan an-NasaiNomor Hadis 702
أَخْبَرَنَا أَبُو دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا يَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَعْتَكِفَ صَلَّى الصُّبْحَ ثُمَّ دَخَلَ فِي الْمَكَانِ الَّذِي يُرِيدُ أَنْ يَعْتَكِفَ فِيهِ فَأَرَادَ أَنْ يَعْتَكِفَ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ فَأَمَرَ فَضُرِبَ لَهُ خِبَاءٌ وَأَمَرَتْ حَفْصَةُ فَضُرِبَ لَهَا خِبَاءٌ فَلَمَّا رَأَتْ زَيْنَبُ خِبَاءَهَا أَمَرَتْ فَضُرِبَ لَهَا خِبَاءٌ فَلَمَّا رَأَى ذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ آلْبِرَّ تُرِدْنَ فَلَمْ يَعْتَكِفْ فِي رَمَضَانَ وَاعْتَكَفَ عَشْرًا مِنْ شَوَّالٍ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Bila Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam hendak i'tikaf maka Beliau mengerjakan shalat Subuh, lalu masuk ke tempat yang biasa dia gunakan untuk i'tikaf. Ketika beliau hendak i'tikaf pada sepuluh terakhir dibulan Ramadhan, Beliau menyuruh seseorang untuk membuatkan tenda maka dibuatlah tenda untuk Beliau, dan Hafshah juga menyuruh demikian maka di buatkanlah tenda untuknya.Ketika Zainab melihat tenda Hafshah, dia minta dibuatkan sebuah tenda untuk dirinya, lalu ia pun dibuatkan juga. Tatkala Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melihat hal tersebut, beliau bersabda: 'Apakah ini kebaikan yang kalian inginkan?' Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak jadi i'tikaf dibulan Ramadhan, dan beri'tikaf pada sepuluh hari di bulan Syawal.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Iktikaf adalah ibadah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan, khususnya pada sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadhan.
- Menjaga keikhlasan niat beribadah hanya karena Allah jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti tren atau bersaing sesama kawan.
- Ibadah sunnah yang batal dikerjakan pada suatu waktu bisa diganti atau diqadha di waktu lain, seperti di bulan Syawal.
