Sunan an-Nasai Hadits 709 - Boleh Membaca Syair Pembelaan Agama
Pengecualian Membaca Syair yang Baik di Masjid
Sunan an-Nasai : 709
Sunan an-NasaiNomor Hadis 709
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ قَالَ مَرَّ عُمَرُ بِحَسَّانَ بْنِ ثَابِتٍ وَهُوَ يُنْشِدُ فِي الْمَسْجِدِ فَلَحَظَ إِلَيْهِ فَقَالَ قَدْ أَنْشَدْتُ وَفِيهِ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَ ثُمَّ الْتَفَتَ إِلَى أَبِي هُرَيْرَةَ فَقَالَ أَسَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَجِبْ عَنِّي اللَّهُمَّ أَيِّدْهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ قَالَ اللَّهُمَّ نَعَمْ
Sa'id bin Al Musayyab Diriwayatkan dari:
Umar pernah melewati Hasan bin Tsabit yang sedang membaca syair di dalam masjid, maka 'Umar menatapnya. [Hasan] berkata: Aku pernah membaca syair dalam masjid padahal orang yang lebih baik daripada kamu (maksudnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam) berada di dalam masjid tersebut. Kemudian dia menoleh kepada [Abu Hurairah] sambil berkata: "Apakah engkau mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memohon: 'Ya Allah, kabulkanlah untukku, kuatkanlah ia dengan Ruhul Qudus (Jibril)?" Dia menjawab: "Ya Allah, benar."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Membacakan puisi atau syair yang memiliki makna membela kebenaran agama diperbolehkan untuk dilantunkan di dalam masjid.
- Kalimat-kalimat yang berisi pujian, penyemangat kebaikan, dan doa tidak termasuk ke dalam larangan bersyair di masjid.
- Rasulullah sangat menghargai kemampuan seseorang dan selalu mendoakan pengikutnya yang menggunakan bakatnya di jalan kebaikan.
