Sunan an-Nasai Hadits 787 - Keutamaan Shaf Depan
Keutamaan Merapatkan Shaf Depan dan Ancaman Mundur dari Barisan
Sunan an-Nasai : 787
Sunan an-NasaiNomor Hadis 787
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ حَيَّانَ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى فِي أَصْحَابِهِ تَأَخُّرًا فَقَالَ تَقَدَّمُوا فَأْتَمُّوا بِي وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ وَلَا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ نَحْوَهُ
Abu Sa'id Al Khudri Diriwayatkan dari:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melihat sahabatnya cenderung berbaris di belakang, maka Beliau bersabda: "Majulah kalian dan ikutilah aku dan hendaknya orang-orang yang dibelakang kalian mengikuti (gerakan) kalian. Sesungguhnya suatu kaum senantiasa berada di akhir hingga Allah Azza wa Jalla benar-benar mengakhirkan mereka."Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid bin Nashr] mengatakan, telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] dari [Al Jurairi] dari [Abi Nadlrah] semisalnya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Umat Islam sangat dianjurkan untuk berlomba-lomba mengisi dan merapatkan shaf paling depan saat shalat berjamaah.
- Makmum di shaf depan bertugas mengikuti imam secara langsung, kemudian makmum di barisan belakang akan mengikuti makmum yang di depannya.
- Kebiasaan meremehkan dan menunda-nunda kebaikan (seperti menjauhi shaf depan) bisa membuat seseorang tertinggal dalam meraih pahala.
