Sunan an-Nasai Hadits 846 - Pahala Penuh Walau Tertinggal Berjamaah
Keutamaan Mendapat Pahala Berjamaah Walau Jamaah Telah Usai
Sunan an-Nasai : 846
Sunan an-NasaiNomor Hadis 846
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ ابْنِ طَحْلَاءَ عَنْ مُحْصِنِ بْنِ عَلِيٍّ الْفِهْرِيِّ عَنْ عَوْفِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ عَامِدًا إِلَى الْمَسْجِدِ فَوَجَدَ النَّاسَ قَدْ صَلَّوْا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ مِثْلَ أَجْرِ مَنْ حَضَرَهَا وَلَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Barang siapa berwudlu dan memperbaiki wudlunya kemudian keluar dengan sengaja menuju masjid, lalu mendapati orang-orang sudah mengerjakan shalat, Allah menuliskan pahala baginya seperti pahala orang yang menghadirinya, dan hal itu tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Langkah kaki dan persiapan dari rumah berupa wudhu memiliki andil yang sangat menentukan dalam penulisan pahala amalan seseorang.
- Niat tulus yang sudah dibuktikan dengan langkah perbuatan akan tetap dibalas oleh Allah walau keadaan tidak sesuai dengan harapan awal.
- Menurut para ulama, rahmat Tuhan sangatlah lebar karena membagikan lipatan pahala beribadah tanpa menahan hak hamba-Nya yang lain.
