Sunan an-Nasai Hadits 869 - Tangan Sejajar Telinga dan Mengeraskan Amin
Mengangkat Tangan Sejajar Telinga dan Suara Amin
Sunan an-Nasai : 869
Sunan an-NasaiNomor Hadis 869
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَبْدِ الْجَبَّارِ بْنِ وَائِلٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ صَلَّيْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ كَبَّرَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى حَاذَتَا أُذُنَيْهِ ثُمَّ يَقْرَأُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَلَمَّا فَرَغَ مِنْهَا قَالَ آمِينَ يَرْفَعُ بِهَا صَوْتَهُ
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abul Ahwash] dari [Abu Ishaq] dari [Abdul Jabbar bin Wa'il] dari [Bapaknya] dia berkata: "Aku pernah shalat di belakang Rasulullah Shallallahu 'alihi wa sallam dan beliau mengawali shalatnya dengan mengangkat kedua tangannya sampai sejajar dengan kedua telinganya, lalu bertakbir. Kemudian beliau membaca surat Al Fatihah, dan setelah selesai membacanya beliau mengucapkan 'Aamiin' dengan mengeraskan suaranya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ada ragam perbuatan mengangkat kedua jari-jemari tangan saat takbiratul ihram hingga sanggup mendekati tepi telinga atas.
- Disyariatkan menyaringkan ucapan kata 'Aamiin' ketika pihak imam sukses melafalkan bait penutup bacaan Al-Fatihah dalam peribadahan jamaah.
- Mengedukasi masyarakat luas tentang keragaman pergerakan yang diperbolehkan demi kenyamanan batin selama mendirikan rutinitas perintah wajib.
