Sunan an-Nasai Hadits 868 - Batasan Mengangkat Tangan Saat Takbir
Panduan Posisi Tangan Saat Takbir dan Ruku
Sunan an-Nasai : 868
Sunan an-NasaiNomor Hadis 868
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ وَإِذَا رَكَعَ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ رَفَعَهُمَا كَذَلِكَ وَقَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ وَكَانَ لَا يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السُّجُودِ
Abdullah bin Umar Diriwayatkan dari:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam jika mengawali shalatnya maka beliau mengangkat kedua tangannya sampai lurus dengan pundaknya. Beliau juga melakukan hal tersebut saat hendak ruku' dan saat mengangkat kepala dari ruku' sambil mengucapkan "Sami 'allahu liman hamidah, Rabbana lakal hamdu (Allah Maha Mendengar siapa yang memuji-Nya, wahai Tuhan kami, Segala puji hanya untuk-Mu)." Beliau tidak melakukannya saat sujud.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Posisi tarikan mengangkat telapak tangan yang paling banyak diterapkan berada pada seukuran garis atas pundak tubuh.
- Pelafalan doa ringan 'Sami'allahu liman hamidah' dilantunkan bersamaan seiring detik saat tubuh dan tangan diangkat menjauhi lutut.
- Pengulangan informasi pelarangan angkat tangan di sesi pergerakan sujud menggambarkan betapa rapi rutinitas ibadah harian.
