Sunan an-Nasai Hadits 867 - Tiga Posisi Mengangkat Tangan Shalat
Sunnah Mengangkat Tangan Sejajar Pundak
Sunan an-Nasai : 867
Sunan an-NasaiNomor Hadis 867
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يُونُسَ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي سَالِمٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى تَكُونَا حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ ثُمَّ يُكَبِّرُ قَالَ وَكَانَ يَفْعَلُ ذَلِكَ حِينَ يُكَبِّرُ لِلرُّكُوعِ وَيَفْعَلُ ذَلِكَ حِينَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ وَيَقُولُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ وَلَا يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السُّجُودِ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Aku melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam jika berdiri untuk shalat maka beliau mengangkat kedua tangannya sampai lurus dengan pundaknya, lalu bertakbir. Ibnu Umar lalu berkata: "Beliau juga melakukan hal tersebut saat takbir untuk ruku' dan saat mengangkat kepala dari ruku', sambil mengucapkan 'Sami'allahu liman Hamidah (Allah Maha Mendengar siapa yang memuji-Nya)', dan beliau tidak melakukannya saat sujud."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ditemukan tiga pilar utama saat ibadah berlangsung yang disertai praktik sunnah menarik kedua tangan sejajar pundak.
- Senantiasa menjaga kelestarian wujud rupa gerak shalat sama persis dengan apa yang didemonstrasikan sang tokoh pemberi syafaat.
- Hadirnya kesederhanaan pada prosedur turun bersujud menuntut orang yang beribadah untuk cukup bergerak bawah tanpa mengangkat pergelangan.
