Sunan an-Nasai Hadits 866 - Mengangkat Tangan Sejajar Pundak
Cara Rasulullah Mengangkat Tangan dalam Shalat
Sunan an-Nasai : 866
Sunan an-NasaiNomor Hadis 866
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي سَالِمٌ ح و أَخْبَرَنِي أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُغِيرَةِ قَالَ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ هُوَ ابْنُ سَعِيدٍ عَنْ شُعَيْبٍ عَنْ مُحَمَّدٍ وَهُوَ الزُّهْرِيُّ قَالَ أَخْبَرَنِي سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا افْتَتَحَ التَّكْبِيرَ فِي الصَّلَاةِ رَفَعَ يَدَيْهِ حِينَ يُكَبِّرُ حَتَّى يَجْعَلَهُمَا حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ وَإِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ إِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ وَقَالَ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ وَلَا يَفْعَلُ ذَلِكَ حِينَ يَسْجُدُ وَلَا حِينَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ مِنْ السُّجُودِ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Aku melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam jika memulai takbir dalam shalat maka beliau mengangkat kedua tangannya sampai lurus dengan pundaknya. Beliau juga melakukan hal tersebut saat takbir untuk ruku' dan saat mengangkat kepala dari ruku' sambil mengucapkan 'Sami'allahu liman hamidah (Allah Maha Mendengar siapa yang memuji-Nya)', lalu mengucapkan 'Rabbana lakal hamdu (Wahai Tuhan kami, untuk-Mu segala pujian)'. Beliau tidak melakukannya saat sujud dan tidak pula saat mengangkat kepalanya dari sujud.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Posisi mengangkat tangan yang benar adalah ditarik ke atas bertepatan hingga ukurannya lurus dengan pundak dada.
- Hanya ada tiga tempat mengangkat tangan yang diajarkan, yakni takbir awal, turun hendak ruku, dan bangun dari arah ruku.
- Terdapat penegasan terang benderang untuk pantang mengangkat tangan sedikit pun pada saat proses menuju sujud panjang.
