Sunan an-Nasai Hadits 88 - Tuntunan Istijmar dan Istinsyaq
Panduan Istinsyaq dalam Wudhu dan Istijmar dengan Bilangan Ganjil
Sunan an-Nasai : 88
Sunan an-NasaiNomor Hadis 88
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ هِلَالِ بْنِ يَسَافٍ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ قَيْسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا تَوَضَّأْتَ فَاسْتَنْثِرْ وَإِذَا اسْتَجْمَرْتَ فَأَوْتِرْ
Salamah bin Qais Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila kamu berwudlu, hiruplah air ke dalam hidung, lalu keluarkanlah. Bila kamu bersuci dengan batu, gunakanlah dengan jumlah ganjil."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kebersihan saluran hidung sangat diperhatikan dalam Islam melalui rutinitas menghisap air wudhu.
- Sunnah memilih bilangan ganjil ditekankan ketika membersihkan sisa kotoran buang air kecil maupun besar (istijmar).
- Setiap amalan bersuci yang dicontohkan Nabi memberikan manfaat kebaikan yang sangat baik bagi penganutnya.
