Sunan an-Nasai Hadits 987 - Teguran Kepada Imam Shalat
Adab Menjadi Imam: Anjuran Meringankan Bacaan Shalat
Sunan an-Nasai : 987
Sunan an-NasaiNomor Hadis 987
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ قُدَامَةَ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَامَ مُعَاذٌ فَصَلَّى الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ فَطَوَّلَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفَتَّانٌ يَا مُعَاذُ أَفَتَّانٌ يَا مُعَاذُ أَيْنَ كُنْتَ عَنْ سَبِّحْ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَالضُّحَى وَإِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ
Jabir Diriwayatkan dari:
Mu'adz bangkit untuk shalat 'Isya dan ia memperlama shalatnya. Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wahai Mua'dz, apakah engkau hendak menjadi orang yang menimbulkan fitnah? Wahai Mua'dz, apakah engkau hendak menjadi orang yang menimbulkan fitnah? Kenapa kamu tidak membaca Sabbihisma Rabbikal A'laa (Al A'laa), Wadldluhaa (Adl Dluhaa), dan Idzas Samaaun Fatharat (Al Infithaar)?"
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Seorang imam dilarang memperpanjang bacaan shalat jika itu memberatkan para makmum di belakangnya.
- Disunnahkan membaca surat-surat pertengahan seperti Al-A'la, Ad-Duha, dan Al-Infitar saat mengimami shalat Isya.
- Tindakan memberatkan orang lain dalam ibadah bisa dianggap sebagai bentuk fitnah yang harus dijauhi.
