Sunan an-Nasai Hadits 996 - Menjaga Ketenangan Bacaan Shalat
Menjaga Ketenangan Bacaan Shalat Agar Tidak Seperti Membaca Syair
Sunan an-Nasai : 996
Sunan an-NasaiNomor Hadis 996
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَجَاءٍ قَالَ أَنْبَأَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي حَصِينٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ وَثَّابٍ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ وَأَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ إِنِّي قَرَأْتُ اللَّيْلَةَ الْمُفَصَّلَ فِي رَكْعَةٍ فَقَالَ هَذًّا كَهَذِّ الشِّعْرِ لَكِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ النَّظَائِرَ عِشْرِينَ سُورَةً مِنْ الْمُفَصَّلِ مِنْ آلِ حم
Abdullah Diriwayatkan dari:
Seorang laki-laki datang kepadanya kemudian berkata:"Suatu malam aku membaca surat Al Mufashshal dalam satu rakaat.' Abdullah berkata: Cepat sekali, seperti orang yang membaca syair. Akan tetapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah membaca surat-surat yang panjangnya hampir sama, dua puluh surat dari surah-surah Al Mufashshal dari surat Haa miim.'"
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Shalat malam harus dilakukan dengan bacaan yang tenang dan jelas agar maknanya meresap ke dalam hati.
- Rasulullah mencontohkan menggabungkan surat-surat yang setara mulai dari bagian 'Ha Mim' hingga mufashal lainnya.
- Membaca Al-Qur'an secara terburu-buru berisiko merusak makhraj dan hukum tajwid yang wajib dijaga.
