Salat di Rumah
Total Hadis 5
Panduan Hadits Sahih Mengenai Hukum dan Tata Cara Salat di Rumah
Kumpulan hadits ini memberikan pemahaman mendalam tentang fleksibilitas dan legalitas melaksanakan salat di rumah dalam syariat Islam. Berdasarkan riwayat sahih dari sahabat Anas bin Malik, Rasulullah SAW memberikan teladan langsung dengan mendirikan salat berjamaah di rumah para sahabat, baik di dalam maupun di luar waktu salat wajib, lengkap dengan pengaturan shaf yang melibatkan anak-anak dan wanita. Selain itu, kisah 'Itban bin Malik menggarisbawahi keringanan beribadah di rumah ketika seseorang menghadapi uzur syar'i seperti kebutaan, cuaca buruk, atau musibah banjir yang menghalangi jalan menuju masjid kaumnya. Rasulullah SAW bahkan memerintahkan muadzin saat perang Hunain untuk menyerukan agar umat Islam salat di tempatnya masing-masing ketika hujan melanda. Menurut para ulama, rangkaian riwayat ini menjadi bukti kasih sayang Allah yang memberikan kemudahan beribadah di rumah dalam berbagai situasi.
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحُنَيْنٍ فَأَصَابَنَا مَطَرٌ فَنَادَى مُنَادِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] dari [Abul Malih] dari [bapaknya], dia berkata: "Kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada perang Hunain, lalu kami diguyur hujan, maka Muadzin Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyeru: "Shalluu Fii Rihalikum" (Shalatlah di tempat (kendaraan) kalian masing-masing)."
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكٍ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ جَدَّتَهُ مُلَيْكَةَ دَعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِطَعَامٍ قَدْ صَنَعَتْهُ لَهُ فَأَكَلَ مِنْهُ ثُمَّ قَالَ قُومُوا فَلِأُصَلِّيَ لَكُمْ قَالَ أَنَسٌ فَقُمْتُ إِلَى حَصِيرٍ لَنَا قَدْ اسْوَدَّ مِنْ طُولِ مَا لُبِسَ فَنَضَحْتُهُ بِمَاءٍ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصَفَفْتُ أَنَا وَالْيَتِيمُ وَرَاءَهُ وَالْعَجُوزُ مِنْ وَرَائِنَا فَصَلَّى لَنَا رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ انْصَرَفَ
Anas bin Malik Diriwayatkan dari:
Neneknya Mulaikah pernah mengundang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk jamuan makan yang telah ia buat khusus untuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyantap jamuan tersebut. Kemudian Beliau bersabda: "Berdirilah kalian, aku akan shalat bersama kalian."Anas berkata: "Lalu aku berdiri di tikar kami yang sudah berubah warnanya jadi hitam karena lama tidak dipakai, maka aku menyiramnya dengan air. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam segera berdiri dan aku berbaris dengan seorang anak yatim di belakangnya serta seorang perempuan tua (Mulaikah) di belakang kami. Beliau shalat dua rakaat kemudian pergi."
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ دَخَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا هُوَ إِلَّا أَنَا وَأُمِّي وَالْيَتِيمُ وَأُمُّ حِرَامٍ خَالَتِي فَقَالَ قُومُوا فَلِأُصَلِّيَ بِكُمْ قَالَ فِي غَيْرِ وَقْتِ صَلَاةٍ قَالَ فَصَلِّي بِنَا
Anas Diriwayatkan dari:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam datang ke tempat kami dan beliau hanya bersama aku, ibuku, seorang anak yatim, serta Ummu Hiram (bibiku). Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian bersabda: 'Berdirilah kalian, aku akan shalat bersama kalian.' Anas berkata: "Saat itu diluar waktu shalat." la juga menambahkan: "Beliau lalu shalat bersama kami."
أَخْبَرَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ مَحْمُودٍ عَنْ عِتْبَانَ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ السُّيُولَ لَتَحُولُ بَيْنِي وَبَيْنَ مَسْجِدِ قَوْمِي فَأُحِبُّ أَنْ تَأْتِيَنِي فَتُصَلِّيَ فِي مَكَانٍ مِنْ بَيْتِي أَتَّخِذُهُ مَسْجِدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَنَفْعَلُ فَلَمَّا دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَيْنَ تُرِيدُ فَأَشَرْتُ إِلَى نَاحِيَةٍ مِنْ الْبَيْتِ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَفَفْنَا خَلْفَهُ فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ
'Itban bin Malik Diriwayatkan dari:
Wahai Rasulullah, sesungguhnya banjir telah menghalangiku dengan masjid kaumku. Maka aku senang jika engkau shalat di suatu tempat di rumahku yang nantinya aku jadikan masjid." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Akan aku lakukan."Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam masuk ke rumahnya, beliau bertanya: "Di sebelah mana kamu ingin aku shalat?" Lalu aku ditunjukkan ke arah pojok rumah. Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri dan kami berbaris di belakang beliau, lalu beliau shalat bersama kami dua raka'at."
أَخْبَرَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْنٌ قَالَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ ح قَالَ وَحَدَّثَنَا الْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ وَاللَّفْظُ لَهُ عَنْ ابْنِ الْقَاسِمِ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ مَحْمُودِ بْنِ الرَّبِيعِ أَنَّ عِتْبَانَ بْنَ مَالِكٍ كَانَ يَؤُمُّ قَوْمَهُ وَهُوَ أَعْمَى وَأَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهَا تَكُونُ الظُّلْمَةُ وَالْمَطَرُ وَالسَّيْلُ وَأَنَا رَجُلٌ ضَرِيرُ الْبَصَرِ فَصَلِّ يَا رَسُولَ اللَّهِ فِي بَيْتِي مَكَانًا أَتَّخِذُهُ مُصَلًّى فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَيْنَ تُحِبُّ أَنْ أُصَلِّيَ لَكَ فَأَشَارَ إِلَى مَكَانٍ مِنْ الْبَيْتِ فَصَلَّى فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Mahmud bin Ar Rabi' Diriwayatkan dari:
['Itban bin Malik] pernah menjadi imam bagi kaumnya, padahal dia buta.Dia berkata kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: "Saat ini gelap, turun hujan, serta banjir, sementara aku orang buta, maka shalatlah di rumahku yang telah kujadikan masjid wahai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam." Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu berkata: "Di mana yang kamu inginkan agar aku shalat bersamamu?" la menunjukkan tempat yang ada di rumahnya, lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam shalat di sana.
