Sunan Abu Daud Hadits 185 - Fatwa Keringanan Mandi Junub Telah Dihapus

Aturan Lama Tentang Mandi Wajib yang Sudah Dihapus

Sunan Abu DaudNomor Hadis 185

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِهْرَانَ الْبَزَّازُ الرَّازِيُّ حَدَّثَنَا مُبَشِّرٌ الْحَلَبِيُّ عَنْ مُحَمَّدٍ أَبِي غَسَّانَ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ أَنَّ الْفُتْيَا الَّتِي كَانُوا يَفْتُونَ أَنَّ الْمَاءَ مِنْ الْمَاءِ كَانَتْ رُخْصَةً رَخَّصَهَا رَسُولُ اللَّهِ فِي بَدْءِ الْإِسْلَامِ ثُمَّ أَمَرَ بِالِاغْتِسَالِ بَعْدُ

Ubay bin Ka'ab Diriwayatkan dari:

Fatwa yang mereka pegang bahwa air (mandi) itu disebabkan karena keluarnya air (mani) adalah suatu rukhshah (keringanan) yang telah diberikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada permulaan Islam, kemudian beliau menyuruh untuk mandi setelah itu.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Fatwa lama yang menyebut mandi wajib hanya karena mani adalah sebuah keringanan di awal agama Islam.
  • Nabi mencabut keringanan tersebut dan mewajibkan mandi setelah melakukan persetubuhan secara mutlak.
  • Sebagai umat Muslim, kita wajib mengikuti aturan final yang telah disempurnakan di akhir masa hidup kenabian.

Hadits-hadits terkait

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami