Sunan Abu Daud Hadits 184 - Sejarah Hukum Mandi Wajib Tanpa Keluar Mani
Sejarah Aturan Mandi Wajib: Keringanan di Masa Awal Islam
Sunan Abu Daud : 184
Sunan Abu DaudNomor Hadis 184
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو يَعْنِي ابْنَ الْحَارِثِ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ حَدَّثَنِي بَعْضُ مَنْ أَرْضَي أَنَّ سَهْلَ بْنَ سَعْدٍ السَّاعِدِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا جُعِلَ ذَلِكَ رُخْصَةً لِلنَّاسِ فِي أَوَّلِ الْإِسْلَامِ لِقِلَّةِ الثِّيَابِ ثُمَّ أَمَرَ بِالْغُسْلِ وَنَهَى عَنْ ذَلِكَ قَالَ أَبُو دَاوُد يَعْنِي الْمَاءَ مِنْ الْمَاءِ
Ubay bin Ka'ab Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Sesungguhnya hal itu (yakni tidak diwajibkan mandi karena tidak keluar mani ketika senggama) hanyalah suatu keringanan untuk orang-orang pada masa permulaan Islam, karena waktu itu pakaian masih kurang." Kemudian setelah itu beliau memerintahkan untuk mandi.Abu Dawud berkata: Yakni, air (mandi janabat) itu disebabkan karena keluarnya air (mani).
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Di masa awal turunnya Islam, mandi wajib hanya diharuskan jika seseorang mengeluarkan air mani saat berhubungan.
- Keringanan di masa lalu diberikan karena kondisi masyarakat yang saat itu kekurangan pakaian.
- Hukum tersebut akhirnya diganti, sehingga mandi wajib mutlak dilakukan jika ada persetubuhan, baik keluar mani maupun tidak.
