Sunan Abu Daud Hadits 186 - Wajib Mandi Karena Bertemunya Khitan
Hukum Mandi Wajib Akibat Bertemunya Dua Kemaluan
Sunan Abu Daud : 186
Sunan Abu DaudNomor Hadis 186
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْفَرَاهِيدِيُّ حَدَّثَنَا هِشَامٌ وَشُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قَعَدَ بَيْنَ شُعَبِهَا الْأَرْبَعِ وَأَلْزَقَ الْخِتَانَ بِالْخِتَانِ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Apabila suami telah duduk di antara keempat anggota tubuhnya (kedua tangan dan kedua kaki istrinya), lalu dia menempelkan khitan (kemaluan suami) dengan kemaluan istrinya, maka wajiblah mandi."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Bertemunya dua kemaluan antara suami dan istri sudah lebih dari cukup menjadi syarat wajibnya mandi janabah.
- Keluarnya air mani tidak lagi menjadi satu-satunya syarat mutlak wajib mandi besar setelah bersetubuh.
- Aturan fikih ini wajib dipahami setiap orang dewasa yang sudah berkeluarga agar ibadahnya selalu sah.
