Sunan Abu Daud Hadits 189 - Keutamaan Mandi Setiap Kali Selesai Berhubungan
Anjuran Mandi Setiap Selesai Berhubungan Intim
Sunan Abu Daud : 189
Sunan Abu DaudNomor Hadis 189
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ عَنْ عَمَّتِهِ سَلْمَى عَنْ أَبِي رَافِعٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَافَ ذَاتَ يَوْمٍ عَلَى نِسَائِهِ يَغْتَسِلُ عِنْدَ هَذِهِ وَعِنْدَ هَذِهِ قَالَ قُلْتُ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا تَجْعَلُهُ غُسْلًا وَاحِدًا قَالَ هَذَا أَزْكَى وَأَطْيَبُ وَأَطْهَرُ قَالَ أَبُو دَاوُد وَحَدِيثُ أَنَسٍ أَصَحُّ مِنْ هَذَا
Abu Rafi' Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada suatu hari pernah menggilir istri-istri beliau, beliau mandi tiap kali selesai berhubungan bersama ini dan ini. Aku bertanya: "Ya Rasulullah, tidakkah engkau menjadikannya sekali mandi saja?" Beliau menjawab: "Yang seperti itu lebih suci dan lebih baik serta lebih bersih."Abu Dawud berkata: Hadits Anas lebih shahih daripada hadits ini.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Mandi secara mandiri di setiap akhir hubungan sebelum berpindah pasangan adalah tindakan yang sangat mulia.
- Membersihkan diri berulang kali dianggap lebih mensucikan, higienis, dan menenangkan kondisi fisik.
- Suami diberi kebebasan utuh untuk memilih apakah ingin mandi sekali di akhir atau mandi berkali-kali.
