Sunan Abu Daud Hadits 2601 - Kisah Penaklukan Benteng Khaibar
Pernikahan Rasulullah Saat Perjalanan Pulang dari Khaibar
Sunan Abu Daud : 2601
Sunan Abu DaudNomor Hadis 2601
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الزُّهْرِيُّ عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَدِمْنَا خَيْبَرَ فَلَمَّا فَتَحَ اللَّهُ تَعَالَى الْحِصْنَ ذُكِرَ لَهُ جَمَالُ صَفِيَّةَ بِنْتِ حُيَيٍّ وَقَدْ قُتِلَ زَوْجُهَا وَكَانَتْ عَرُوسًا فَاصْطَفَاهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِنَفْسِهِ فَخَرَجَ بِهَا حَتَّى بَلَغْنَا سُدَّ الصَّهْبَاءِ حَلَّتْ فَبَنَى بِهَا
Anas bin Malik Diriwayatkan dari:
Kami datang ke Khaibar, kemudian tatkala Allah ta'ala telah menaklukkan benteng tersebut diceritakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kecantikan Shafiyyah binti Huyai, dan suaminya telah terbunuh sementara ia adalah pengantin baru. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memilihnya untuk dirinya, kemudian beliau keluar bersamanya hingga setelah kami sampai di Suddu Ash Shahba` Shafiyyah telah keluar dari 'iddah, kemudian beliau mencampurinya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menjaga marwah tokoh yang kalah perang dapat dilakukan dengan cara menikahinya secara layak dan terhormat.
- Seorang pemimpin laki-laki hanya diizinkan untuk berhubungan dengan tawanan yang ia senangi jika masa iddah perempuannya sudah habis.
- Latar belakang musuh bukan penghalang bagi seseorang untuk mendapatkan kedudukan mulia di sisi umat Islam apabila dinikahi secara baik-baik.
