Sunan Abu Daud Hadits 2929 - Aturan Jual Beli Buah dan Sistem Araya
Hukum Menjual Buah Sebelum Matang dan Keringanan Sistem Araya
Sunan Abu Daud : 2929
Sunan Abu DaudNomor Hadis 2929
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِسْمَعِيلَ الطَّالَقَانِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعِ الثَّمَرِ حَتَّى يَبْدُوَ صَلَاحُهُ وَلَا يُبَاعُ إِلَّا بِالدِّينَارِ أَوْ بِالدِّرْهَمِ إِلَّا الْعَرَايَا
Jabir Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari menjual buah hingga nampak kelayakannya, dan tidak dijual kecuali dengan dinar atau dirham, kecuali 'araya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dilarang memperjualbelikan buah yang masih belum layak konsumsi kecuali ada syarat khusus yang dibolehkan agama.
- Jual beli yang aman dan sah sebaiknya menggunakan alat tukar yang nilainya jelas seperti uang tunai.
- Agama Islam memberikan keringanan (araya) bagi orang miskin untuk menukar kurma dengan aturan khusus agar mereka tetap bisa makan.
