Sunan Abu Daud Hadits 2992 - Larangan Memecah Mata Uang
Hukum Merusak Alat Tukar dan Mata Uang Umat Islam
Sunan Abu Daud : 2992
Sunan Abu DaudNomor Hadis 2992
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ قَالَ سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ فَضَاءٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُكْسَرَ سِكَّةُ الْمُسْلِمِينَ الْجَائِزَةُ بَيْنَهُمْ إِلَّا مِنْ بَأْسٍ
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Hanbal], telah menceritakan kepada kami [Mu'tamir], ia berkata: saya mendengar [Muhammad bin Fadha`] menceritakan dari [ayahnya] dari ['Alqamah bin Abdullah] dari [ayahnya], ia berkata:Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang untuk memecah mata uang muslimin yang diperbolehkan (beredar) diantara mereka kecuali karena perkara yang mengharuskannya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dilarang merusak atau mengurangi kadar fisik mata uang yang sudah sah beredar di masyarakat luas.
- Segala bentuk perbuatan yang mengancam kestabilan sistem pembayaran di dalam pasar sangat tidak dibenarkan.
- Kecuali dalam keadaan darurat yang dibenarkan, menjaga keutuhan alat tukar adalah bagian dari menjaga hak orang banyak.
