Sunan Abu Daud Hadits 3593 - Syarat Penyamakan Kulit
Pentingnya Syarat Menyamak Dalam Mensucikan Kulit
Sunan Abu Daud : 3593
Sunan Abu DaudNomor Hadis 3593
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ فَارِسٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ قَالَ مَعْمَرٌ وَكَانَ الزُّهْرِيُّ يُنْكِرُ الدِّبَاغَ وَيَقُولُ يُسْتَمْتَعُ بِهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ قَالَ أَبُو دَاوُد لَمْ يَذْكُرْ الْأَوْزَاعِيُّ وَيُونُسُ وَعُقَيْلٌ فِي حَدِيثِ الزُّهْرِيِّ الدِّبَاغَ وَذَكَرَهُ الزُّبَيْدِيُّ وَسَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَحَفْصُ بْنُ الْوَلِيدِ ذَكَرُوا الدِّبَاغَ
Ma'mar Diriwayatkan dari:
[Az Zuhri] mengingkari bolehnya kulit yang disamak, ia mengatakan: "Ia bisa dimanfaatkan dalam setiap keadaan."Abu Dawud berkata: Al Auza'i, Yunus dan Uqail dalam hadits Az Zuhri tidak menyebutkan kata "samak." Sedangkan Az Zubaidi, Sa'id bin Abdul Aziz dan Hafsh Ibnul Walid, mereka menyebutkan kata "samak."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Status kenajisan pada kulit bangkai hewan hanya bisa hilang apabila telah dibersihkan secara fisik melalui metode penyamakan.
- Menyatukan dan membandingkan riwayat hadits merupakan langkah yang sangat krusial dalam menyimpulkan hukum fiqih yang tepat.
- Islam sangat ketat dalam urusan kebersihan, sehingga segala sesuatu yang mengandung najis wajib melalui proses pencucian terlebih dahulu.
