Sunan Abu Daud Hadits 3907 - Mukmin dan Kafir
Hukum Qishas Pembunuhan Antara Orang Mukmin dan Orang Kafir
Sunan Abu Daud : 3907
Sunan Abu DaudNomor Hadis 3907
حَدَّثَنَا مُسْلِمٌ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَاشِدٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ مُوسَى عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُقْتَلُ مُؤْمِنٌ بِكَافِرٍ وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا دُفِعَ إِلَى أَوْلِيَاءِ الْمَقْتُولِ فَإِنْ شَاءُوا قَتَلُوهُ وَإِنْ شَاءُوا أَخَذُوا الدِّيَةَ
Telah menceritakan kepada kami [Muslim] berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin rasyid] berkata: telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Musa] dari [Amru bin Syu'aib] dari [Bapaknya] dari [Kakeknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:"Seorang mukmin tidak boleh dibunuh karena orang kafir (sebagai qishas). Maka barangsiapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, perkaranya diserahkan kepada wali korban, jika mereka berkehendak maka mereka boleh balas membunuh, dan jika mereka berkehendak maka mereka boleh minta tebusan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Syariat Islam membedakan nilai keadilan nyawa antara seorang mukmin yang taat dan orang kafir yang memerangi Islam terkait hukuman qishas.
- Pelaku tindak pembunuhan berencana antar muslim diserahkan nasibnya kepada keputusan ahli waris dari korban yang dibunuh.
- Keluarga korban selalu diberikan keleluasaan untuk mengambil manfaat dari jalur damai dan ganti rugi finansial alih-alih menumpahkan darah.
