Sunan Abu Daud Hadits 503 - Orang Buta Menjadi Imam Shalat
Orang yang Buta Diperbolehkan Menjadi Imam Shalat Berjamaah
Sunan Abu Daud : 503
Sunan Abu DaudNomor Hadis 503
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْعَنْبَرِيُّ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا ابْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ الْقَطَّانُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَخْلَفَ ابْنَ أُمِّ مَكْتُومٍ يَؤُمُّ النَّاسَ وَهُوَ أَعْمَى
Anas Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyuruh Ibnu Ummi Maktum menggantikan beliau untuk mengimami manusia sedangkan dia adalah orang yang buta.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Orang yang buta diperbolehkan secara hukum untuk menjadi imam shalat asalkan memahami tata cara ibadah.
- Keterbatasan atau kekurangan fisik tidak akan mengurangi derajat seseorang dalam beribadah kepada Allah.
- Pemilihan imam shalat didasarkan pada kualitas ilmu dan hafalan Al Quran, bukan sekadar kesempurnaan tubuh.
