Sunan Abu Daud Hadits 607 - Upaya Nabi Menahan Kambing Saat Shalat
Upaya Nabi Menahan Anak Kambing yang Ingin Lewat Saat Shalat
Sunan Abu Daud : 607
Sunan Abu DaudNomor Hadis 607
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ الْغَازِ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ هَبَطْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ ثَنِيَّةِ أَذَاخِرَ فَحَضَرَتْ الصَّلَاةُ يَعْنِي فَصَلَّى إِلَى جِدَارٍ فَاتَّخَذَهُ قِبْلَةً وَنَحْنُ خَلْفَهُ فَجَاءَتْ بَهْمَةٌ تَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْهِ فَمَا زَالَ يُدَارِئُهَا حَتَّى لَصَقَ بَطْنَهُ بِالْجِدَارِ وَمَرَّتْ مِنْ وَرَائِهِ أَوْ كَمَا قَالَ مُسَدَّدٌ
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] telah menceritakan kepada kami [Isa bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Al Ghaz] dari ['amru bin Syu'aib] dari [ayahnya] dari [kakeknya] dia berkata:"Kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menuruni bukit Adzakhir, kemudian tibalah waktu shalat, lantas beliau mengerjakan shalat dengan menjadikan dinding sebagai arah kiblat, sedangkan kami berada di belakang beliau, tiba-tiba ada seekor anak kambing yang lewat di depan beliau, namun beliau selalu mencegahnya, sehingga perut beliau hampir menempel di dinding, akhirnya anak kambing tersebut lewat di belakang dinding." Atau sebagaimana kata Musaddad.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sangat dianjurkan menghadap lurus ke arah dinding atau tembok kuat sebagai patokan pembatas saat akan mendirikan ibadah shalat.
- Kita diizinkan bergerak sedikit untuk menahan laju hewan atau apa pun yang berusaha merangsek lewat di depan kita saat sedang shalat.
- Kegigihan Nabi menahan gerakan anak kambing itu membuktikan betapa bernilainya menjaga area antara tubuh kita dan dinding sutrah dari gangguan.
