Shahih Bukhari Hadits 1073 - Keseimbangan Shalat, Tidur, dan Puasa Nabi
Keseimbangan Nabi: Ada Waktu Puasa, Ada Waktu Berbuka
Shahih Bukhari : 1073
Shahih BukhariNomor Hadis 1073
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ حُمَيْدٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ مِنْ الشَّهْرِ حَتَّى نَظُنَّ أَنْ لَا يَصُومَ مِنْهُ وَيَصُومُ حَتَّى نَظُنَّ أَنْ لَا يُفْطِرَ مِنْهُ شَيْئًا وَكَانَ لَا تَشَاءُ أَنْ تَرَاهُ مِنْ اللَّيْلِ مُصَلِّيًا إِلَّا رَأَيْتَهُ وَلَا نَائِمًا إِلَّا رَأَيْتَهُ تَابَعَهُ سُلَيْمَانُ وَأَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ عَنْ حُمَيْدٍ
Anas bin Malik Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berbuka (tidak shaum sunnah) selama satu bulan hingga kami menduganya Beliau tidak pernah shaum selama itu, dan bila shaum seakan Beliau terus menerus shaum hingga kami menduganya Beliau tidak pernah berbuka sekalipun dalam bulan itu. Dan jika kamu hendak melihat Beliau pada suatu malam dalam keadaan shalat maka pasti kamu akan melihatnya dan tidak pula dalam posisi tertidur melainkan pasti kalian akan melihatnya pula dalam keadaan tertidur.Hadits ini diikuti pula oleh [Sulaiman] dan [Abu Khalid Al Ahmar] dari [Humaid].
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Syariat Islam yang dibawa Rasulullah sangat mengajarkan kebebasan yang bertanggung jawab mengenai pengaturan waktu ibadah sunnah.
- Melakukan ibadah puasa sunnah tidaklah mengikat setiap hari; boleh diperbanyak di hari tertentu atau dihentikan jika perlu tenaga.
- Gaya hidup ibadah yang paling sehat dan dicintai Allah adalah menjaga keseimbangan adil antara kebutuhan ruhani (shalat) dan badani (tidur).
